Minggu, 29 Juni 2014

POST 10: Japan Trip Part 2 (Tokyo - Odaiba City)

Hari ketiga tanggal 25 mei 2014, jalan lagi dengan kaki kapalan. Tujuan pertama adalah Odaiba City. Odaiba itu sebetulnya pulau semacam sentosa kalau di singapur. Bisa dicapai pake monorail juga kalau dari tokyo. Pertama kita masuk ke salah satu bangunan namanya DECKS. Isinya semacam atraksi permainan dan atraksi-atraksi lainnya. Ada Madame Tussauds, Joypolis, Sega, Legoland, dan Tokyo Art Trick Museum. Karena yang sesuai budget Cuma tokyo art trick museum, jadi kita pilih buat foto-foto disana. Seru juga looh....








Habis puas foto-foto dan udah upload beberapa untuk ngedapetin atensi berupa lope-lope di path, kita beranjak ke area outdoor untuk liat Liberty. Yak, ternyata ga cuma di New York aja yang ada patung Liberty. Di odaiba juga ada dan ini bukannya KW atau replica sebetulnya karena sama halnya dengan Patung Liberty di New York, di odaiba sini juga merupakan hadiah dari Negara Perancis untuk melambangkan kemerdekaan. Foto-foto lagi deh dengan background patung liberty dan pemandangan laut dan jembatan penghubung ke mainland di belakangnya.

foto-foto sepanjang jalan menuju patung Liberty.
Patung Liberty yang ukurannya lebih kecil dari yang di NY.
View Di Aqua City
Karena hari itu hari minggu, jadi lumayan ramai disana. Yang seru, ada kumpulan pecinta elvis yang dandanannya ala-ala elvis trus mereka buat lingkaran dan joged-joged diiringi musik rock and roll. Kocak bangeeett jambulan tinggi-tinggi banget itu orang-orang hahaha...selanjutnya kita pindah lagi buat foto-foto sama patung gundam yang skalanya 1:1 katanya.  Sembari lewat disempetin juga buat beli tokyo banana yang terkenal itu buat oleh-oleh di toko oleh-oleh di dalam Aqua City Mall.


Gundam
Aqua City Mall.

Hari udah mulai sore gw pun beranjak balik ke tokyo lagi. Kita menuju shibuya kali ini. Foto di depan patung anjing hachiko yang terkenal. Posisinya tepat di depan stasiun kereta Shibuya. Pas sampe sana lagi ada kakek-kakek baca puisi atau semacam doa nyembah-nyembah si patung..aya-aya waeee...foto-fotonya dilanjut sambil nyebrang shibuya cross yang katanya zebra cross terlebar dan teramai di dunia. Hari minggu aja ramai gimana pas hari kerja saat orang-orang berangkat atau pulang kerja ya. Kita keliling-keliling shibuya sebentar aja karena kaki pegel banget.

Si bapak ini baca semacam doa atau puisi gitu untuk arwah hachiko. Kalau kata Ocep temen gw, mungkin ada agama Hachiko disana. 
Jangan lupa welfie! 
The Famous Shibuya Crossing yang katanya lebar banget ternyata biasa aja kalau menurut gw hahaha...
Itu mas-mas pake baju kotak-kotak kenapa photo bomb banget sih..hahaha..
Pertokoan di Shibuya
Sudut lain di Shibuya.
Setelah malam tiba, kita beralih lagi menuju Tokyo Tower. Lumayan banget kita jalan dari metro station sampai ke menaranya..hufft...gempoorrr...beli tiket trus kita naik ke observation floor di ketinggian 150 meter. Wuiiiiih viewnya indaaaah bangeeeet....disitu rasanya masih ga percaya kalo yang gw liat itu kota Tokyo malam hari instead off kemayoran dan PRJ yang sering gw liat dari balkon rumah hahahaha...jeprat-jepret deh banyak-banyak sambil manjain mata liat viewnya sampai jam operasionalnya berakhir.





Begitulah perjalanan hari ketiga di Jepang. Dengan kaki gempor ga keruan kita menyusuri jalan panjang ke stasiun dan naik kereta menuju hostel. Di post berikutnya akan ada cerita satu hari senang-senang di Disneysea. Tungguin yak yakkk...hahaha...


POST 9 : Japan Trip Part 1 (Tokyo)               
POST 11: Japan Trip Part 3 (Disneysea)



POST 9 : Japan Trip Part 1 (Tokyo)


Setelah browsing-browsing promo tiket murah di akhir tahun 2013, akhirnya terbelilah tiket Jakarta-Tokyo dan Nagoya-Tokyo dengan total harga sekita 4,5 juta rupiah. Harga tersebut lumayan murah dibanding dengan harga regular di maskapai lainnya.

Butuh sekitar 2 bulan untuk ngelarin itinerary perjalanan karena wabah malas tak kunjung pergi, hahaha. Setelah fixasi itinerary dan booking akomodasi selesai, mulailah pengurusan visa. Gw langsung ke kedutaan jepang tanpa jasa travel karena udah nanya ke travel syaratnya agak lebih ribet. Masukin application hari kamis tanpa antrian berarti, visa approved dan bisa diambil di hari selasa. Artinya lama proses hanya 4 hari saja. Berangkuuutsss!

Tanggal 23 mei 2014, berangkat dengan flight setengah 9 pagi dari jakarta. Transit 2,5 jam di KLIA 2. Pertama kali ke KLIA2 karena bandara baru dan bagus cuma belum ramai tenantnya. Lanjutin penerbangan lagi, sampai di bandara haneda tokyo pukul 23:00. Total penerbangan jakarta-tokyo 9 jam. Pegel pisan euyyy, mana lagi hari pertama dapetzzz..

Resmi Nyampe Tokyo
Ransel Abu Sampe Tokyo


Sampai di imigrasi jepang di haneda semua lancar. Officially entering the country ihiiyyy!! Karena rencana memang malam itu tidur di bandara aja supaya irit, gw dan 2 teman muter-muter liat bandaranya. Haneda baguuussss....first excitement buat gw adalah toilet canggihnya, hahaha orang norak gw pencet-pencet semua tombolnya. Lucunya klo toiletnya ga didudukin ga akan fungsi tombolnya. Jadi ga akan kaya di toilet indo yang airnya muncrat kemana-mana. Kawai!!

Toilet Canggih Bikin Betah
Bagian Dalam Bandara Haneda Saat Malam. Hangat..
Diatas juga ada observatory deck yang keren dan resto-resto yang udah tutup. Udara di luar dingin tapi enak ga nusuk tulang. Yaaa semacam di dago pakar malam hari deh. Malam itu kita ikutan orang-orang lain tidur di kursi panjang yang banyak tersebar di beberapa lantai di haneda. Lumayan loh kursinya empuggg.

Obseration Deck Di Lantai Teratas

Pemandangan Di Luar Dari Observation Deck

Deretan Resto di Dalam Bandara Haneda Yang Sudah Tutup
Hari kedua tanggal 24 mei 2014 pagi, setelah sarapan di lawson bandara, gw menuju ke Sakura Hostel Asakusa di daerah Asakusa. Oiya, sebelumnya kita udah beli 3 days pass ticket seharga 1500 yen untuk subway metro line dan toei line selama di Tokyo. Jatuhnya lebih murah, tapi harus diinget tiket ini cuma dijual di bandara jadi jangan lupa beli dulu ya. 

Rute Keiykul Line eh Keikyu Line ini bisa langsung sampai ke Asakusa.
Mesin Pasmo untuk beli tiket sekali jalan seharga 410 yen. Tenang, ada opsi English nya kok.
Siap naik airport train menuju pusat kota. Di dinding luar gerbong tertulis stasiun terakhir tujuan tiap kereta. Perhatiin ya.
Sampai juga di Sakura Hostel Asakusa dengan penuh perjuangan karena gerek-gerek koper gede. FYI, ga kaya di singapore yang ada eskalator turun dan naik, di jepang eskalator atau tangga jalan cuma ada untuk naik, jadi kalau turun yaa kudu pake tangga biasa atau lift yang diperuntukan buat lansia dan orang cacat. Kita langsung check in untuk 3 malam, mandi, rapih2, dan nitipin luggage di hostel, langsung cuss ke destinasi pertama yang terdekat yaitu Tokyo Skytree. Tapi sepanjang perjalanan ke subway station, kita sempet foto-foto di Sensoji Temple dan Kaminaremon Gate yang jadi landmark Asakusa.

Jejeran Toko Penjual Souvenir. Barang kaki lima, harga bintang lima :'( (yosua's)
Jalanan Dari Hostel Menuju Asakusa Station
Salah Satu Bangunan di Sensoji Temple
Kaminaremon Gate
Sekitar 1 sampai 2 station dari asakusa, kita sampai di Tokyo Skytree. Ternyata bagian bawah towernya itu adalah mall. Disitu banyak toko-toko penjual pernak-pernik dan makanan-makanan lucu. Ada 1 toko yang isinya hello kitty semua. . Gw ga naik ke atas menaranya dengan beberapa pertimbangan. Hari itu pun lagi ada acara anniversary Tokto Skytree. Jadi gw sama temen-temen Cuma foto-foto aja di bawah menara.

Skytree
Welfie di depan pintu masuk Skytree. (yosua's)
Foto-foto di ornamen perayaan ultah Skyetree.
 
Toko-toko di dalam Mall di Skytree
Replica Menu Di Salah Satu Resto di Skytree
Perjalanan siang itu disambung ke ueno park. Kalau liat di peta Ueno Park itu ada di bagian atas-tengah tokyo (maap yak gw kurang bersahabat sama arah mata angin hahaha). Maksi dulu ada baeknya..penasaran nyari sukiya dan ternyata setelah ketemu malah tutup.  Bfftt akhirnya masuk ke resto sekitar ueno staion yang mesennya pake semacam vending mesin gitu. Capcipcup liat di gambarnya kayanya katsudon gw pilih itu. Untung beneran bukan tonkatsu hahaha...

Ameyoko Shopping Street. Dari buah, daging, dan ikan segar, sampai berbagai jenis kimono di jual di pasar ini.
Resto Makanan Jepang dan Vending Machine untuk memesan. Setelah memasukkan uang dan memlih menu, secarik kertas berisi pesanan akan keluar dari mesin. Kertas tersebut kemudian kita berikan pada penjaga resto.

Setelah kenyang, dilanjut muter-muter di tamannya dan foto-foto. Seru banget orang sana punya taman besar ditengah kota diantara gedung-gedung tinggi. Banyak oma-opa disana jalan-jalan santai sama gengnya.

Salah satu pertunjukan di Ueno Park
Welfie dulu sembari menikmati rindangnya pepohonan sepanjang jalan. (yosua's)
Salah Satu Kuil Di Area Ueno Park.
Kelar keliling ueno park, kita buru-buru ngejar ke kawazaki city yaitu kotanya Fujiko F Fujio buat mengunjungi Museum Doraemon. Ternyata oh ternyata letaknya udah di luar kota tokyo dan perjalanan kesana makan waktu kurleb sejam. Sampai sana udah lari-lari ke museumnya tapi ternyata udah tutup. Begitulah jepang selalu on time, padahal sampai sana jam 4 kurang beberapa detik. Huks! Oiya Info aja untuk yang mau kesini tiketnya bukan dibeli di museumnya ya, tapi dibeli di lawson dan itu ada jadwal masuknya.

Bunga-bunga cantik di sepanjang jalan menuju Museum Doraemon

 
patung-patung tokoh kartun karya Fujiko Fujio banyak dipajang di pinggir jalan maupun di stasiun di kota ini

Dengan hati setengah sedih gw balik ke tokyo. Sepanjang jalan kita nikmatin kotanya yang emang enak banget baik cuaca maupun tata kotanya. Kita naik rapid train dan nyambung subway ke akihabara. Akihabara terkenal akan pusat perbelanjaan elektroniknya. Sohib gw yang cowo ngerefer ke salah satu departement store elektronik yang katanya terkenal dan terbesar disana, namanya Yodobashi. Depstore ini terdiri dari 12 lantai. Kita langsung ke lantai 6 karena yang cowo-cowo mau belanja gundam. Menurut mereka sih disini harganya murah. Gw yang mana adalah bukan penggemar action figure jepang melipir aja nyari tempat duduk karena udah gempor banget kaki. Tapi lama-lama nungguin pada belanja bosen juga gw. Akhirnya, gw turun ke lantai 5, nyari bagian alat pijet. Lumayan gw coba-cobain tuh peralatan buat mijet-mijet betis yang udah sanggulan. Nemu satu yang enak dan murah akhirnya gw beli buat oleh-oleh emak. Alat pijet yang gw beli ini kemudian hari menjadi senjata pengusir pegel kaki sebelum tidur selama di jepang.

Action Figure Jepang di Yodobashi Departemen Store
                     
Toko-toko elektronik di sekitar Akihabara

Kelar belanja elektronik, kita mampir ke Maid Cafe atau Maido Cafe orang jepang nyebutnya. Pada dasarnya, daya tarik cafe ini ada di pelayan-pelayannya yang berkelakuan super baik dan manis selayaknya memperlakukan kita sebagai tuan dan nyonya besar mereka. Waktu mereka datang kemeja, sambil menjelaskan rules of conduct (meeting keleess) makan dan minum disana mereka bersimpuh gitu trus ngemeng2 sesuatu pake bahasa jepang dan naro lilin yang kalo ditiup nyala di atas meja kita. Kita pesen beberapa minuman aja tanpa makanan karena mau ngirit. Kebetulan waktu kita dateng ada maid yang lagi karokean sambil nari-nari diatas panggung kecil deket jendela,  trus ada pengunjung yang bikin gerakan-gerakan macam fans-fansnya JKT 48 kalau pas lagi nonton idolanya tampil. Kocak dah...cenderung freak sih menurut gw hahaha..minuman dateng trus mba-mbanya bilang “i will put some magic into your drinks, but you have to follow me”. Doi angkat tangan dan bikin lingkaran dari tangannya, bengkokin badan ke kanan dan ke kiri sambil ngejampe pake bahasa jepang, trus terakhir minuman ditiup. Kita berusaha ngikutin sambil ngerasa ikutan freak, sambil geli sendiri, hahaha...why japanessssee??? you people need a real entertainment or a real affection deh kayanya hahaha.. Yang dateng disana kayanya udah langganan soalnya ada lagi mas-mas yang ngelakuin gerakan2 yang lebih ribet bareng-bareng sama si maid seakan-akan udah sobian lama gitu jadi udah apal tos-tosannya hahaha freak kabeh!! Sebelum pulang kita foto bareng sama pelayannya pake instax. Bayar 1000 yen mak..trus instaxnya sama doi di hias-hias. Di dalam cafenya kita ga boleh foto-foto, kalau mau foto pake hape aja kudu bayar. Woo Matreee!
                           
Foto bareng maidnya dengan bayar 1000 yen :( (nesha's)
Perjalanan belum berakhir kawan. Baca postingan selanjutnya tentang Odaiba City. Ada patung liberty, Gundam, Tokyo Art Trick Museum, dan foto-foto seru lainnya. Stay tuned!!


Jumat, 09 Agustus 2013

Post 8: My Current Playlist

Maaf lahir batin dear Readers..........

hari kedua lebaran, bosen parah gw di rumah. Liat si emak beberes terus apalagi tambah stress....gw ga demen beres2, tapi kan ga enak klo emak beres2 gw ongkang2 kaki. akhirnya hari ini gw putuskan untuk melipir keluar rumah. kabooooorrrrr......

Abis beli sepatu buat ngobatin mood yang gejes ini, ceritanya gw berniat kerja nih. Ada deadline kerjaan pas senin nanti masuk. Yeaaahh you better kill meeehhh...

Kelar beli sepatu, eike beralih ke Liberica Kemang di Colony 6 building or something like that lah. Enak tempatnya ga gitu gede. Ngidam green tea latte eh kaga ada. capcipcup yang kepilih caramel latte karena perut gw udh lemah bgt ga bs minum kopi yang agak tajem.

Buka laptop kantor, masukin password, buka lotus note liat2 email masuk, buka SAP program buat narik data penjualan. udah end up nya cuma liat2 ajah hahahhaa...males banget ya Tuhaaaan.....ni gw malah nulis2 gejes disini...hahaha....

sekarang jam 5:46. cahaya langit ibukota lagi bagus nih...sambil ngetik gw mau share lirik lagu yang sepanjang ngetik ini main di kuping gw.

lagu pertama Pink - So What
Gara2 temen gw si Binar lagi tergila2 sm pink gw jd ikutan


So, so what
I'm still a rock star,
I got my rock moves,
And I don't need you,
And guess what,
I'm having more fun,
And now that we’re done,
I'm gonna show you tonight,
I'm alright,
I'm just fine,
And you're a tool,
So, so what,
I am a rock star,
I got my rock moves,
And I don't want you tonight.

  


Lagu kedua Paramore - Holiday
ini melambangkan kegalauan gw karena gagal liburan dan senin akan tiba 2 hari lageee...

Now I can move on to facing,
Big girl problems,
No more high school drama,
Graduated with honors.

And I'm drinkin' coffee while I,
Read the paper,
I've been savin' money, eatin',
Only top ramen.

Oh, oh, oh, oh-oh.

Now I get a holiday,
Wherever I go I might stay.
I don't plan on coming back,
Ever if I can help it.

Now I get a holiday,
I think I'll stay,
Holiday, think I'll stay.
Now I get a holiday.


Lagu ketiga Pink Martini - Je Ne Veux Pas Travailer (Guwa Kaga Mau Kerja)
hahahaha suka gw puter belakangan pas di kantor males ngapa2in

Ma chambre a la forme d'une cage
Le soleil passe son bras par la fenêtre
Les chasseurs à ma porte
Comme les petits soldats
Qui veulent me prendre

Je ne veux pas travailler
Je ne veux pas déjeuner
Je veux seulement oublier
Et puis je fume
Lagu keempat Float - Sementara
ini OST nya pilem 3 hari untuk selamanya. Dengerin dah, galau hahahhaa
Pengen karoke lagu ini sama si Binar tapi ga pernah ada di songlist mana2

Sementara lupakanlah rindu
Sadarlah hatiku hanya ada kau dan aku
Dan sementara akan kukarang cerita
Tentang mimpi jadi nyata
Untuk asa kita ber dua
Percayalah hati lebih dari ini
Pernah kita lalui
Takkan lagi kita mesti jauh melangkah
Nikmatilah lara
Jangan henti disini

Lagu kelima Feist - Bittersweet Melodies
ini coba liat videonya di youtube deh. lucu!!
(ni laptop kantor di block ntubnya jd ga bs share link)

Bittersweet melody
Like a sweet memory
Bittersweet melody
Can't go back, I can't go on
Both of us singing that same old song
With those bittersweet melody
Like a sweet memory
Bittersweet melody
And it seemed oh so wrong
Since those bittersweet melody played for me

Lagu keenam Gavin Degraw - Soldier
lagu nyemangatin orang sama nyemangatin diri sendiri hahahaa
 
My aim is so true,
I wanna show you,
I'll try forever,
I'm never gonna say "surrender".

I'll get it if you need it,
I'll search if you can't see it,
You're thirsty, I'll be rain,
You get hurt, I'll take your pain.

I know you don't believe it,
But I said it and I still mean it,
When you heard what I told you,
When you get worried I'll be your soldier.

Lagu ketujuh Train - 50 Ways To Say Goodbye
ini kocak juga liriknya :D
 
That's cool, but if my friends ask where you are I'm gonna say

She went down in an airplane
Fried getting suntanned
Fell in a cement mixer full of quicksand
Help me, help me, I'm no good at goodbyes!
She met a shark under water
Fell and no one caught her
I returned everything I ever bought her
Help me, help me, I'm all out of lies
And ways to say you died
 

 
Lagu kedelapan Daughtry - September
 
Of all the things I still remember
Summer's never looked the same
The years go by and time just seems to fly
But the memories remain

In the middle of September we'd still play out in the rain
Nothing to lose but everything to gain
Reflecting now on how things could've been
It was worth it in the end

Lagu kesembilan Ellie Goulding - Your Biggest Mistake
 
It's a shame you don't know
What you're running from
Would your bones have to break
And your lights turn off
Would it take the end of time
To hear your heart's false start?

You know this is your biggest mistake
What a waste, what a waste, what a waste
And of all the things you never explained
You know this is your biggest mistake

Begitulah lagu2 yang main di kuping gw saat ini. Ada yang dari playlist gw, ada yang main dr playlist cafenya. ini lagu2nya lumayan loh...mangga di download hehehehe....




 

 
 

Kamis, 20 Juni 2013

POST 6: "Look at the stars, look how they shine for you..."



Hello my friend we meet again...................

Kali ini gw mau cerita tentang perjalanan liburan gw pertama kalinya ke pulau yang bentuknya sama kaya inisial nama gw “K”.

Oke jadi ternyata ditengah2 training gw Bulan Maret di kompeni baru ini, alhamdulillah ada 2 hari kosong yaitu hari senin selasa tgl 25 dan 26 Maret kemarin. Karena gw ga punya jatah cuti setahun ke depan, jadi gw berusaha memanfaatkan waktu libur itu buat refreshing (rencana trip gw ke malang sebelumnya gagal jadi gw pgn bgt liburan kali ini). Walau bener2 ga punya uang karena 5 bulan nganggur, gw nekat ngutang kartu kredit sm ngutang ke emak buat modalin trip gw ini. Dan berhubung udah berusaha ngajakin orang buat join tapi ga ada yang mau, akhirnya gw mutusin buat ngebolang aja sendirian ke pulau yang baru pertama gw datengin. Gw ngerencanain cm 4 harian dengan modal browsing2 blog orang. Jadi gw memutuskan pergi ke Tanjung Bira, 5 jam ke timur dari Makassar.

Pesawat gw take off jam 5.15 subuh Hari Sabtu tanggal 23 Maret 2013. Karena ga ada yang nganter gw berangkat naik taksi dari rawasari. Keluar rumah jam 3 pagi tuh biar ga telat. Si ubi nyuruh naik taksi dari lampu merah rawasari aja biar bs sharing taksi sm org ke bandara. Oke deh nurut ajeee...tapi ternyata ga ada jg yang bs diajak sharing taksi. Takut telat, gw putusin buat naik taksi sendiri aja. Bapak supirnya baru bangun tidur gt. Udah tuh nawar2 ternyata smp bandara 90rb udah sm tol. Gw naik tol dalam kota trus aja arah bandara. Naaaah, baru naik tol bapaknya udah ngantuk2 gitu bawanya. Makin lama tuh taksinya makin keluar2 jalur jalannya. Gw yang dengan sengaja duduk di depan samping supirnya berusaha ngajak ngobrol biar bapaknya ga ngantuk. Tapi ga ngaruh, bapaknya gw liat malah nyetir sambil mejem. Hadeeeh bahaya banget meeeen...akhirnya gw takut kenapa2, trus gw iseng blg “pak apa mau saya yang nyetir?” eeeeh ternyata bapaknya beneran nyerah trus minggir di jalur darurat di percabangan tol pluit dan tanjung priok. Trus bapaknya blg “mba bisa nyetir kan?? Tolong ya mba, saya ngantuk bgt ga tahan mau tidur di jok belakang”. Gw syokkk tapi tetep pindah ke kursi supir. Trus bapaknya blg “mba jangan ngebut2 ya, itu uang tolnya di dashboard. Nanti klo udah sampe bandara tolong saya dibangunin ya”. Dan gw pun untuk pertama kalinya dalam hidup gw nyetir taksyooong...hahahaha kocak dah..

Alhamdulillah sampe bandara dengan selamat dan tetep bayar 90rb hahaha kesian abis sm bapaknya. Trus terbang deh 2 jam menuju wita. Di atas pesawat disambut matahari terbit indah banget. Sampe juga akhirnya gw di Bandara Internasional Sultan Hasanudin. Bandaranya baguuuss, lebih bagus dari Juanda atau terminal 3 SHIA menurut gw.  Sampe sana gw sarapan dulu trus memutuskan untuk ga naik taksi ke kota karena mau ngirit. Setelah nanya2 ternyata Damri di Hasanudin bisa lewat tempat mangkal angkot ke Terminal Malengkeri (terminal tempat naik omprengan ke tujuan gw). Gw naik Damri dengan ongkos 20rb, trus turun di Karebosi. Dari situ naik pete2 (sebutan untuk angkot di sana) ke terminal Malengkeri. Ternyata oh ternyataaaa dikarenakan supirnya kebanyakan ngobrol sm penumpang disampingnya doi lupa bilang klo udah ngelewatin terminal Malengkerinya. Jadi gw kelewatan sampe kabupaten Gowa. Pas gw blg supirnya, ibu2 seangkot pada heboh gitu blg klo gw udah kelewatan hahaha. Ada yang nyuruh buat naik angkot balik arah, ada juga yang ngajak ikutan dia turun di gowa trus nyetop omprengan dari sana. Karena gw takut kelamaan juga, gw ngikut salah satu ibu turun. Dia bilang dia juga mau naik omprengan yg searah sm gw. Trus disetopin tuh omprengan di jalan itu, ternyata cm muat satu orang. Akhirnya gw yang naik. Omprengan itu disebutnya panther, walau merknya macem2, mostly kijang lama. Tuh omprengan diisi sampe padet banget. Gw sendiri duduk di depan ber3 sama supir. Ga enak bangeeet....5 jam duduk setengah pantat, keram sebelah euyyy...

Dari perbincangan sepanjang jalan, gw jadi bisa ambil kesimpulan klo orang Makassar itu kepo abis. Klo ditanya “Asal darimana?” trus di jwb “dari Jakarta”, ntar ditanya lagi “Jakarta mana?”, “Jakarta pusat”, “Jakarta pusatnya mana”. Hadeeeh kepoo sampe emak bapak gw kerja apa juga ditanya. Nah tapinya bapak2 penumpang di sebelah gw bilang “kamu klo di daerah baru jangn blg pendatang nanti dibohongin, bilang aja dari Makassar”. Sebenernya sih gw udah pernah dibilangin kaya gini, cm gw lupa hahahaha...bodolah gw positip tingking ajeh..

Setelah ngelewatin kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Bantaeng (Kabupaten terbersih), akhirnya sampejuga di Kabupaten Bulukumba jam 5 sore. Harusnya dari sini gw ganti pete2 lagi ke tanjung biara. Bulukumba ke tanjung bira itu 40km dan biasanya ditempuh dalam waktu sejam. Si bapak supirnya bilang dia mau bantuin gw sampe dapet angkot ke bira. Udah coba ke terminal kaga ada. Akhirnya karena bapaknya mau anter penumpang lain, gw diturunin di daerah namanya ela2. Gw dititipin di tukang cendol depan pom bensin. Supir panther bilang ke ibu cendol buat bantuin cariin gw angkutan ke bira. Si ibu mempersilahkan gw duduk di warungnya, sementara doi ke jalan nyetopin mobil2 yang lewat berusaha nyariin gw tumpangan ke bira. Doi teriak2 ke supir mobil2 yang lewat pake bahasa daerah sana, tapi yg gw tangkep intinya”tolong ini ada pendatang mau ke bira sendirian, tolong dikasih tumpangan karena pete2 kesana udah ga ada”. Tapi sayang seribu sayang dari 2 mobil yang ternyata mau ke biara ga satupun yang bersedia kasih gw tumpangan. Akhirnya ada pete2 biru yang berhenti dan setelah ditanya dia mau ke arah tanah beru (20km sebelum Bira). Gw pun naik aja dengan pikiran dari sana gw lanjut naik ojek ke biranya.

Ditengah jalan di atas pete2 gw baru inget klo gw punya nomer hape salah satu anak lokal yang sehari sebelumnya jadi guide temen gw di bira (karena ga komunikasi, gw baru tau klo hari sebelumnya temen gw jg kesana. Tau gitu gw bs bareng n ga sendirian). Gw pun sms si Indiz, anak bira yang jd guide temen gw, dan ternyata dia bisa jemput gw di tanah beru. Gw diturunin abang pete2 di pertigaan desa Bontobahari, Kecamatan Tanah Beru. Gw liat ada mesjid jadi gw mutusin buat selonjoran di pelataran mesjid. Gw sms Indiz lagi klo gw nunggu di mesjid. Udah lama gw tunggu2 tuh orang kaga nongol2. Gw telpon ga aktif hpnya. Mulai deg2an gw, karena hari mulai gelap. Pas adzan maghrib gw mau wudhu tiba2 ada cowo nongol, dan setelah ditanya ternyata itu dia si Indiz. Huaaa ternyata si Oon hapenya mati, di charge di rumah dan ga di bawa Zzzzz....Gw pun brgkt ke bira naik motornya. Karena kayanya ga bakal sempet liat sunset di Bira, si Indiz belokin motornya ke pantai terdekat di Bontobahari deket tempat pembuatan kapal Pinisi. Nah kapal dengan 7 layar itu lahirnya emang di Desa Bontobahari ini. Beruntungnya gw bs sampe disitu.

Sunset Dari Desa Bontobahari
(dibelakang gw banyak kapal Phinisi lagi dibuat)

Setelah sampe di Bira gw lsg dianter ke guesthouse yang udah gw book. Namanya Salasa Guesthouse punyanya Pak Erick dan istrinya Shanti. Tpt ini udah banyak direkomen di blog orang dan di tripadvisor juga. Harga kamar gw itu 80rb/mlm Cuma pake kipas, shared bathroom, tanpa sarapan. Guesthousenya model2 kayu2 gitu. Di bawahnya resto, atasnya kamar2. Cuma ada 6 kamar, dan berhubung bukan high season pas gw dateng, Cuma gw tamu disana. Jadilah dari 6 kamar itu cm ada gw doang. Creepy!! hahahaa ga juga sih.

Abis mandi dan istirahat bentar, gw pergi makan. Abis itu ke pantai nyobain pasirnya bira. Gilaaaakkk beneran lembut pasirnyaaa macam tepung teriguuu.....entah siapa yang dulunya niat gilingin tuh pasir pantai sampe selembut itu hahahaha...pas gw foto pake blitz itu pasir putih bgt mirip salju. Abis jalan2 di pantai gw nongkrong sambil ngopi bareng Indiz dan temen2nya anak2 Bira. Ngobrol2 sambil dengerin suara ombak (roaming abis gw ga ngerti klo mrk lg ngemeng pake bhs sono).

pasirnya Bira kaya salju. terkaget2 waktu napakin kaki :D

Besoknya hari minggu subuh 5.30 WITA, gw udah dijemput si Indiz buat liat sunrise. Gw dianter ke pelabuhan ferry di Bira Timur (sebenernya cm 500meteran dari penginapan gw). Sampe sana adem benerrr, trus banyak orang mancing. Gw naik ke atas docking kapal yang lagi ga ada kapal merapat gitu. Duduk aja disana sambil nungguin sunrise sambil dengerin cerita Indiz serunya waktu ada festival Pinisi dan semua Pinisi di Dunia dipanggil pulang buat kumpul di pelabuhan itu. Disana juga banyak kapal2 pinisi yang lagi berlabuh. Cuma ga bisa liat 7 layarnya yang keren itu terkembang. Pas mataharinya muncul gw lsg foto2. 

Sunrise dari Pelabuhan Bira Timur

Dan setelah udah agak tinggi gw diajak ke Pua Janggo (Pua artinya puncak). Itu kaya bukit gitu, titik tertinggi di bira, tempat semedinya Indiz dan tempat liat Bira dari atas. Nah sebenernya jalan kesana ada jalan batu gitu, tapi agak muter. Akhirnya gw diajak lewat jalan pintas. Cuma jalannya agak2 manjat2 gitu. Capek juga karena gw udah lama ga berkegiatan di alam. Tapiiii.....eng ing eeeeeng....pas sampe di puncaknya, wuiiih capenya trekking ke atas terbayar sudaaah..indah betuuuul pemandangannya. Dari tempat gw duduk di puncak Janggo, gw bisa liat pantai pasir putih Bira, sama bisa liat ujungnya kaki kiri “K” pulau sulawesi. I was at the edge hohohoho...kewl! dan dari titik itu juga kita bisa liat sunset dan sunrise karena Bira diapit dua laut. Lagi2 sambil menikmati pemandangan indah di depan gw dengerin cerita temen baru gw ini tentang rencana doi yang mau bikin stasiun kereta gantung di bukit itu, trus mau bikin kebun binatang, sama cerita doi tentang tanahnya di daerah Marumasa yang punya pantai bagus tapi masih sepi (sayang ga sempet kesana). Enak bgt deh diatas situ udaranya.

Trekking ke Pua Janggo (sambil ngos2an...)

Bira From Above

Ujung Kaki Kiri Huruf "K"
                                
Siangnya abis dari Pua Janggo gw lanjutin tidur. Eh bangun2 vertigo kumat, mungkin karena ga tahan panasnya. Cuma ga berani lapor ke ubi takut doi panik. Gw tahan aja sama minum obat sakit kepala trus lanjut tidur lagi. Sore jam 4 udah sehatan terus main ke pantai pasir putih lagi karena belum liat kalo siang2. Rencana mau snorkling gw batalin karena kepala masih ga gitu enak. Hari minggu sore bira udah sepi karena biasanya ramenya emang Cuma malam minggu. Jadi gw mutusin liat sunset dari perahu cafe (ada di Anda Resort tempatnya di atas tebing gitu jadi bisa liat pantai dari atas). Duduk2 di deck kapal pinisi yang disulap jadi cafe. Ga ada orang sama sekali, Cuma modal beli mijon bisa nongks liatin pantai sore hari. Lagi2 pemandangannya amboiiii indahnyaaa hahahaha. Jeprat-jepret sampe matahari tenggelam. 

Bibir pantai Bira lumayan lebar dan kalau siang pasir putihnya bikin silau ciiin..

Bedak!!!
                                             
Bira Dari Atas Pinisi Cafe

Si Bolang Ngebungkus Pasir

Last Sunset I'm Gonna Miss

My Guide In Bira: Indiz
(thanks for the advencah mate!)

Abis itu sampe malem cm disitu aja ngobrol2 sama indiz ttg rencana bikin paket tour ke bira (karena kebetulan temen gw itu juga punya penginapan di sana). Seru banget malem2 langitnya bira penuh sama bintang warna warni (beneran deh bintangnya kadang biru, merah, kuning gitu). Backsound dari laptop si indiz "Yellow" nya Coldplay : Look at the stars, look how they shine for you....... Tapi sayang, jam 11 gw pun harus pamit sm langitnya bira and Indiz. Besoknya senin subuh gw mau balik ke makassar buat jalan2 disana satu malam. Malam itu gw sempetin rekam suara ombak bira sama masukin pasir ke botol aqua buat gw bawa pulang hahahhaa...


Nongkrong di Pinisi Cafe malem2 ngadep ke laut sambil stargazing
                                  
Bye Biraaaaa.....
 
Besoknya gw lanjutin ke Makassar naik omprengan lagi, tapi nanti aja gw share ceritanya. Pokoknya gw seneng bgt kemarin nekat buat melakukan perjalanan ini walau dewean karena gw, yang aslinya lebih suka ke gunung daripada ke pantai, untuk pertama kalinya jatuh cinta sama pantai yang satu itu. Definitely will go back!!


It was a SUPER COOL Bonussss......

 PS: More about Bira you can contact indiz http://www.facebook.com/indis.rutepar?fref=ts
       dia punya penginapan disana, deket banget sama pantai. Buat transportasi dan akomodasi lain        
       dia jg bisa bantu. Atau mau ngajak gw lagi gw juga mau hahaha...